Koala

 Tentang menemukan dan ditemukan.

Katanya untuk berteduh dikala hujan, bertahan dikala badai, tempat pulang selepas pergi. Terdengar indah yang obati sepi dalam sendiri. 

Terasa jauh. Pun kau lupa pada diri yang tak meninggalkan. 

Belakangan, lelap adalah menang jadi kata pulang dengan makna sebenar-benarnya. 

Kembali tersadar dan berjaga pada makna yang sesahih - sahihnya. 

Hujan yang sangat kau tunggu, kesejukannya tak lagi kau nikmati, cerita-cerita seru itu bagai bising berlalu di telingamu. 

Bahkan senyum mu itu bagai bingung antara yang sejati. 

Mungkin pikir kembali takut. 

Lalu lantas ku terlelap kembali.

Mencari Diri. Apakah Diri Hilang?

Bukan tentang diri yang hilang, namun tentang diri yang perlu dicari hingga penuh.
Begitu pikir gue sebelumnya, harus ditemukan, harus sejalan dengan what's makes me / us joy.

Melihat orang kebanyakan yang adalah manusiawi banget lah yaaw ketika selalu melirik buah yang sudah matang, tapi nggak tau proses sebelumnya seperti apa, perjuangannya gimana, yang kita tau mereka sudah sejalan dengan apa yang minat, dan kita sebagai yang awam merasa 'they already found their passion'. 

Gue pun selalu melihat orang yang specialist itu ya udah mastery di dalamnya, dan 'harusnya' mereka senang dengan apa yang dijalani. They earn big money from what they can do with 'joy' pikir gue sebelumnya. 

Jadi, ya gak bisa dipungkiri ibarat jodoh, gue juga mau dong nemunya!
Dalam kegelisahan malam hari, sayangnya lupa hari apa, yang mana tidak penting juga untuk dibahas adalah menemukan info di sosial media tentang Passion Discovery Class, yang mana free dan gue bisa ikutan karena punya waktu luang, alhamdulillah.

Dalam kelas onlinenya yang berlangsung kurang lebih 3 jam, bikin gue mind blowing banget. Kalau ada soundnya, soundnya akan 'boom, boom duar duar'. Gue bilang kayak gini karena saat beberapa menit baru kayak giving a lot of information yang banyak nggak taunya. 

Coachnya bilng kalau ada beberapa hal kenapa kita belum ketemu juga sama passion kita, dan menurut gue semua problemnya itu ada di dalam diri kita sendiri. Beberapa diantaranya tuh kayak kita yang kurang coba banyak hal, di push terus sama eksternal kita (mungkin ini lebih ke tututan orang lain kaliye, jangan mau. Enakan jadi diri sendiri wkwk), kurang/nggak mengenali diri kita nih hmm bisa dibilang nggak/kurang self aware, nggak ada kepercayaan diri, jadi apa yang dilakukan itu ngerasa gak pede. Udah percaya aja dulu, yang lainnya itu yang paling sulit menurut gue emang cari sumbernya sih, kita nggak tau dimana, darimana, kapan untuk nyari informasi tersebut.

Sebelum masuk ke dalam passion-passion yang kita sebat sebut daritadi. Jadi bahkan sebenernya passion itu tuh asalnya dari bahasa latin itu asal katanya dari 'Pati' lho, yang punya arti penderitaan terus berkembang jadi 'passio' terus jadi 'passion' nah itu silahkan googling lebih untuk tau sejarahnya hehe.
Sick shak shock mendengarnya, terus gue jadi mikir kalau passion itu adalah hal yang harus diperjuangkan layaknya cinta.

Kenapa gitu? karena passion itu adalah sebuah irisan dari our 'interest' dan 'mastery' jadi kembali lagi, passion bukan semata-mata nemu tapi juga dibentuk, bisa berangkat dari ketertarikan duluan, atau lu tuh masternya dimana.

Kerennya lagi, coach ini bilang kalau ada mitos di dalam passion, yang salah satu diantaranya bikin gue shock, karena sebelumnya gue merasa passion is doing something with joy as always ya ternyata nggak, seperti kehidupan dan cinta. WKWK cinta lagi cinta lagi, aakkk. Pasti di dalam passion itu ada strugglenya, ada pusingnya, ada bosennya juga. Mitos-mitos lain yang dijabarin tuh kayak passion itu ternyata nggak selalu harus ngehasilin uang, passion tuh jadi sebuah kegiatan yang ngisi kehidupan lu, ngabisin waktu yang berguna mungkin buat diri kita sendiri atau bagusnya untuk orang lain juga?

Passion itu adalah kunci kesuksesan, nah ini juga mitos, goals dari passion for 'joy' untuk suatu yang bikin kita merasa bahagia. Selain itu mitos passion juga bilang kayak kita harus punya at least satu lah, padahal passion itu bisa kurang, bisa nambah, bisa ganti, dan dua hal juga yang sering kita denger kalo passion cuman buat orang beruntung, dan bawaan dari lahir. Nggak kok, passion itu bisa dibentuk, dikembangin.

Jadi dengan beririsan keterkarikan minat kita disertai dengan spesialis kita, gue rasa passion itu akan menggabungkan menjadi suatu hal yang kalau kita kerjain tuh akan menjadi hal yang sesuatu yang menggairahkan gitu. 

So with these, hope that we could know more and not afraid about the passion that we want to be ya. Tidak ada diri yang hilang, namun memang sejatinya manusia itu dinamis. Hopefully for a better one. Goodluck! :)

Bold

After running like a headless chicken, and to be snowed after. Heading with the bust at the night, cold and flying solo. Swallowing the the jerk of traffic, and nobody.

A long week to shoulder the burden and still. Am nobody
To going through, uphill battle, and nobody.

Won't worry, after the storm, a calming sensation where you feel peace on it. Deeply.
Then you forgot and nobody.

Went out, get to realize under the open sky. The light of the sun kissing the face of you lookin up the blue or even a grey skies. But, am nobody and nobody.

?

Tentang cinta yang dirindukan,

Serah ku pada rembulan,

Yang bising tak terdengar

Yang gelap jadi bingar.


Susur bayang pada ufuk,

Tentang tulus yang menusuk.

Injak hampa yang tirani.

Bolehkah begini?

Perang ke Parang

Parang via Ferrata.

Karena pengen ngerasain sensasi naik gunung alias kangen banget naik gunung, tapi untuk sampe summit kan mesti prepare panjang belum lagi carrier, karena ternyata buat gue hiking itu seru dan terasa lebih mudah untuk gue kalau misalkan tas yang dibawa memiliki sedikit beban, karena badan gue sendiri udah ngebebanin yakan wkwk.

Well, nemuin via Ferrata ini gue kira jalur yang emang lewat situ gitu kan. Kayak gunung yang lain masing-masing punya jalur pendakiannya. Mungkin juga kayak gitu ya, nah berhubung ini cuman jalur yang bisa ferrata walaupun gak selalu lewat garis line A nih. Let say dia ada jalur A, ada B. tapi kesemuanya itu namanya via Ferrata.

Jadi setelah gue mendapat informasi ternyata via Ferrata itu ada meaningnya, Ferrata itu jalur besi, jadi entah ada tangga yang besi atau garis line besi buat safety gitu. Nah konon jaman penjajahan (eh lupa jaman kapan) pokoknya dahulu itu parang dibikin sama orang barat gue lupa Spanyol atau Prancis gitu, dia buat track via Ferrata ini lah dari besi. 

Tenang, besinya ini cukup aman karena bisa nampung sampe 200 ton. Berarti seberat paus biru bisa climbing Parang via Ferrata, cukup menakjubkan. Nah untuk safety gak perlu khawatir, karena ada helm yang harus dipake, tali yang dibadan yang gunanya nyantol sama carabiner.
Helm gunanya untuk melindungi kepala kita, karena di atas sana memungkinkan ada monyet dan ada burung yang mana bisa menggeser batu atau benda berat yang mungkin jatuh dan bisa kena kepala kita.
Carabiner ini gunanya buat nyangkutin kita, yang satu ke tangga dan yang satu ke besi linenya gitu seperti yang udah gue sampein. 

Jadi untuk melakukan climbing di Parang ini terbagi atas 3, balik juga sama harga. Semakin pendek maka semakin murah karena tracknya pendek. Terbagi jadi 350mdpl, 750mdpl, dan 900mdpl. Gue disini pilih yang 900mdpl. Bukan karena paling mahal, bukan karena pengen summit, tapi karena gue pengen turun tebing 900mdpl menggunakan tali. Jadi dalam pikiran gua adalah, semakin tinggi maka semakin lama track gue ke bawah untuk menggunakan tali. That's one of my dream broooh yuhu. 

Untuk planning ke Parang, ya alhamdulillah gue sekarang udah olahraga terus, jadi gue yakin lah ya bahwa gue bisa untuk tracking sampe climbingnya. Gue kira butuh tracking yang sampe 1 jam atau lebih, tapi nggak. Untuk sampe bisa climbing aman, karena membutuhkan waktu sekitar 10 - 15 menit aja. 

Tracking sampe ke bawah tinggal naik, wah ngeliat tingginya gue sempet gemeter. Karena jujur gue ga takut sama ketinggian, ini kenapa pas baru-baru naik gue bener-bener takut wkwkwk, setiap langkah gue dzikir sama baca bismillah. Serius! tapi lama-lama pas udah sampe seperempat jalan, gue udah mulai tenang dan menikmati apapun itu, tracknya, pemandangannya, anginnya, mereka yang dibelakang pun sama yang diatas gue. Pas udah sampe 750mdpl itu kita ditanyain. Pertanyaannya "Siapakah pencipta Gunung Agung?" WKWKWKW jiah, bukan itu "yakin mau lanjut 900? fisik aman? masih kuat? ini kalo 750 ke kanan ya" gue pun cuman mengangguk-ngangguk dengan sangat yakin ya pasti 900 dong mana mungkin downgrade secara ya kan, ingin turun tebing dari 900mdpl.

Tapi apa yang terjadi? setelah menuju ke kiri dan udah beberapa langkah menuju 900mdpl, baru aja lewatin 750 terdengar "ya nanti kita turun dari 900 ke 750 pakai jalur ini lagi, baru dari 750mdpl pakai tali" beeeghhh gooddaaamnnnn turun pakai tangga lagi. Tapi karena emang dari awal tekad untuk sampe summit, jadi apapun yang terjadi kita harus sampe summit.

Perjalanan untuk sampai summit masih bisa gue kontrol, gue tidak mengutamakan kecepatan, tapi santai dan pasti. Ini penting buat gue pribadi, biarpun safety ada carabiner yang bakal ngecover tapi untuk skin aku yang unyu ini gimana kalau ada cidera? tabrakannya sama batu kalau nggak sama besi, kepentok dikit aja udah sakit. Karena tracknya itu ada yang tangga biasa, tangga satu tapak, dan ga ada tangganya! HAAAH gokil, ini bener-bener experience gue climbing yang harusnya sebagai pemula gue di papan climbing ya, tapi ini nggak, berbekal pengalaman seadanya banget di Bounce Street!! wakaakak, terus gue cobain langsung di Gunung, wah gokil. Gue cuman modal yakin sama bismillah. Dengan selamat akhirnya gue sampe puncak, yuhuu menikmati pemandangan, angin sepoi! dan yang bikin seger kayak achievement lo berharga adalah.....minum es teh di atas, gak nyangka bakal dibawain es teh buat satu tim, dingin pulak! Padahal gue cuman berbekal buat diri gue sendiri doang, coklat, satu kaleng susu, dan air mineral yang kurleb 600ml lah. Seger dan syuuurga sekali rasanya. Menikmati alam, sambil foto-foto udah dilakuin di atas, karena di alam kita jangan ambil apapun ya selain gambar hehe.

Lucunya, menjadi gua yang dewasa dan agak overthinking pun sempet-sempetnya gue alamin pas naik gunung. Pas summit, gue bener-bener kepikiran nanti turunnya gimana, pake tangga coy, kalo tangga doang mungkin easy, ini aja yang single step dan gak ada tangga sama sekali haah gimana. Tapi gue mencoba untuk mengendalikan pikiran gue supaya live right now WKWK. Yaudah, gue bener-bener sok meyakinkan diri kalo ini diprank atau ada jalan lain untuk turun. Dan ternyata nggak, untuk turun yaitu jalur naik untuk sampai ke 750mdpl ya. 

Nah, ini yang bener-bener susah, ngelewatin yang susah dilewatin tadi tapi tuh mundur atau turun kek. HAH HAH. Jujur ini emang challengingnya di track 750 ke 900 dan sebaliknya itu lebih sulit. Gue jadi orang terakhir yang turun, karena gue tau kelemahan gue dan gue gak mau jadi beban orang sekitar, alias gue lemot banget. Gue sempet jatoh sebelum balik turun, jatohnya di summit sih. Pasir, licin huhu no one knows kalo gue ga bersuara. YA GIMANA PALING BELAKANG CUY. Terus diperjalanan turun itu, gue sempet kepentok dengkul kanan gue kena besi. Jujur, cuman kepentok besi dan itu pelan banget tapi ngilu jadinya, entah karena beberapa minggu memar gue karena abis jatoh dari motor apa gimana gak tau. Dari situ cuman kayak yang "yah" doang. Jujur pas disitu gue mikir gimana nasib kalo ada orang yang harus dievakuasi, gue mikir kalo naik dan turunnya adalah seutuhnya tanggung jawab dan cuman diri kita yang bisa handle. Let say hiking kalo kenapa-napa mungkin bisa dibopong. Kalo ini? Helikopter? wkwk jujur gaktau, belum nanya dan belum cari tau. Intinya itu yang kepikiran di otak gue, dan sejak ngilu itu gue rada makin pelan. Nahan sakit, dan di bagian track yang susah itu gue nahan sakit di tangan, kaki udah gemeteran kalo one step ke bawah karena nahan badan juga. Terus gue pake jurus cicak atau apapun itu lah saat gaada si besinya. But in the end, no matter what happend I have to believe that I can do it safely. Disitu akhirnya gue sama abang-abangan dari tim, dia nyetel lagu, kita ngobrol kecil sama dia banyak motret-in gue, mungkin biar ga bete juga kali ya. Gue bener-bener menikmati alam, anginnya kenceng, dan kerennya gue ga kentut-kentut HAHA. Terus melihat indahnya pemandangan dari ketinggian, dan ga jarang juga gue teriak agak sedikit kesel kayak "talinya mana sih katanya bentar lagi" untung abang-abangnya sabar bagai lelaki sejati wkwk. Sampe akhirnya nyampe goaaaa dan siap buat turun tebing pakai tali! aaa seneng banget, saking semangat gue gak ada minta video, yang penting ada gambar gue untuk turun. Kayaknya disini gue ahli turun tebing deh daripada naik, tapi cabornya ada gak ya? wkwkwkw

Yaudah, saat sampai dibawah, ngerasa sangat happy! dan ditutup dengan liat monyet, kambing di bawah karena sebelah kanan dan kiri basecamp banyak pohon dan sawah gitu. Gue langsung pesen Nutrisari nanas atau jeruk nipis deh gue lupa, terus disediain makan ENAAAK BANGET!!! ada nasi, ayam goreng, bakwan jagung, sayur asem, timun sama sambel! Dan anjrit gue nambah timun sama sambelnya karena seenak ituuuu  timun dan sambelnya itu seger bangettttttttt huaa! Terus abis makan gue mandi haha! Pokoknya seru puuol!



Jakarta

 Tulisan ini dibuat karena kemarin ada yang ngajak tuh ke salah satu gedung di Jkt, yang ternyata ada pameran kayak arsitektur gitu, dan gedungnya tinggi banget. Belum rilis sih, tapi eventnya ini ada di lantai 77 yang begitu gue liat ke jendela waw tinggi be'eng. 

Acara ini ngingetin gue dengan banyak hal. Emang dari dulu ya namanya juga ibu kota, kalau bapak kota soalnya gue belum pernah nemu. Katanya metropolitan yang sekarang jadi megapolitan tapi entahlah kenapa orang-orang masih menyebut dengan metropolitan. Mungkin karena ada lagunya, "anak jalanan kota metropolitan, teretet tet tet teret..."

Bagian tidak penting:

Gue lahir dan dibesarkan di Jakarta, yang mana sampai gue sebelum beranjak remaja atau sampe remaja lah ya atau mungkin sampai sekarang? gak deng karena pernah nyentuh gunung, danau yang indah dan pantai yang indah pula alhamdulillah jadi gak terlalu norak. Wakakak. 

Ya gimana ga norak, kami terbiasa dengan rumah padat, jalanan macet, minim penghijauan dan gedung tinggi serta emol begitu juga hiburan yang ada di dalamnya sebagai daya tarik anak kota *dulu (penyebutan kami untuk gue dan orang-orang yang senasib ya ceritanya). Nonton bioskop dan makan di restoran atau cafe udah jadi habbit kita-kita yang dulu agaknya baru beranjak remaja buat ngedate gitchu, ya kalo sehat dikit alibinya cfd tapi olahraganya 20 persen sisanya jajan, boleh juga kembali ke bioskop setelahnya haha. Agaknya anak kota ini dimanjakan dengan apa yang sediakan oleh kapitalis dengan baik, wkwkwk tidak men-generalisasi dengg tapi begitu dulu, kurang kreatif menurut gue jujur KWKWK.

Nah karena kebiasaan tersebut, jadilah kami (yang lagi-lagi senasib aje 'kami'nya) adalah manusia paling norak ketika awal ngeliat sawah, sungai jernih, air terjun, gunung, pantai asri beeeegh rasanya pengen hidup di sana dan gamau balik. Etapi kalo bagian ini gue aja. Gapake ada kami-nya.


Oke, ya setelah bagian gak penting itu kita kembali ke topik bahwa Jakarta kota tercinta lima tahunan atau lebih, jujur gue gak inget. Yang mana sekarang sangat banyak wajah-wajah baru. Bagaikan energi positif dan negatif, begitu pula dengan suatu kota. Selalu ada sisi gelap terangnya. Dulu, gue pengen banget untuk ke kota di luar negeri yang bersih, tertib. Sekarang bangga lah sedikit walaupun gak semuanya tapi ada bagian dari wajah Jakarta yang sedap banget modern rapih dan teratur karena juga ditempatin sama orang yang tirtib begitu ehehe. Please ini ceritanya lagi ngomongin positifnya Jakarta dulu brok!


miniatur



Jepret 1


















ini merupakan salah dua foto hasil jepretan gue, maaf ya lupa tidak ada kredit. Gue suka, karena persis seperti aslinya, biasanya bangunan ini adanya dipinggil rel, atau dipinggir sungai. Permukiman kumuh, padat penduduk yang mana mereka juga butuh hidup dan tempat berlindung, dari panasnya terik matahari dan dinginnya kamu kalo lagi ngambek, walaupun cuman sekejap je.


Berikut juga beberapa bagian dari Jakarta yang pas gue liat di pameran ini tuh, langsung visual nyambung ke otak dan membuat gue melayang ke memori lama, throwback ribuan memori yang tentunya banyak banget dan akan gue jabarin salah satu duanya aja (soalnya kalo seribu nanti keburu tamat) yang ada di dalamnya hehe, selalu. Karena bersama-sama orang tersayang, salah satunya keluarga.


Jepret 2

Jepret 3

Jepret 4

Jepret 5

Hehe foto nggak proper dan gak ada credits im so so sorry.

Sebenernya ada keinginan sebelumnya untuk jalan-jalan keliling Jakarta buat ngejepret tempat di Jakarta yang emang punya memori tersendiri khususnya waktu kecil, dengan wajah barunya. Tapi berhubung belum ada kesempatan dan dateng ke event ini jadilah jengjengg..

Jepret 2
adalah Sarinah, gue suka banget sama gedung Sarinah. Gedung Sarinah juga merupakan mall pertama yang ada di Jakarta, untuk tahun berapanya gue lupa bisa Googling aja ya. CMIIW. Gue suka banget sama Sarinah, selain MCD yang pewe, dulu sih sebelum direnov, kalau sekarang belum ada kesempatan untuk mampir lagi. Dulu sempet juga ke Trax, terus liat-liat kaset musik sama ayah. Seneng, kalo diinget, kayak ngerasa nax gigs neh. wakakak gak deng.

Jepret 3
adalah sushi raksasa hehe. Itu bisa dimana aja, salah satunya ada di MT. Haryono. Banyak kenangan sekali tempat itu, Carefour-nya aja sih sebenernya. Kenangan manis sama keluarga huhu skip.

Jepret 4
adalah aku kalo gak ada kamu, kayaknya langit itu terasa abu-abu. Ehehe itu tuh ada patung selamat datang. Konon patung tersebut dibuat Bung Karno untuk menyambut tamu-tamu dari luar negeri yang berkunjung ke Jakarta, karena terinspirasi dari negara lain mereka punya bangunan atau patung yang khas dari daerah masing-masing. Maka dari itu Bung Karno gamau kalah untuk penyambutan tamu tersebut. Dari tempat ini, dalam memori yang teringat hanya 3. Pagi, cfd dan jajan... hmm nambah lagi deh 2, malam tahun baru dan kembang api. Tapi 2 terakhir cuman pernah sekali hehe.

Jepret 5
adalah wajah dari Pasar Baru dimana dulu kalau nyari sepatu atau kain silahkan mampir ke Pasar Baru..... yey gatau kenapa kayak tempat favorit nenek untuk nyari sepatu dulu disitu (kayaknya) memori yang gue inget cuma beli makanan kayak takoyaki tapi dalemnya keju dan itu ena! hehe. Sisanya paling jalan-jalan sama yang ngajak ke event ini karena orangnya suka banget sama macam martabak sampai dijabanin ke Pasar Baru dijabanin dongzz.

Kayaknya segitu dulu ya, kapan-kapan bila kita ingin boleh lah nambah lagi. huaha bye






Bicara Cermin

 Pada diriku aku maafkan, kembali aku maafkan yang lalu.

Dua kaki dan juga bahu,

Semoga tetap berjalan walau dengan tersedu dan juga luka biru.

Ingin ku menyambut diriku, 

Walau tampaknya tak seindah yang dulu.

Jaga hangat kecil di tengah dinginnya kalbu.


Terdiam aku membisu,

Pada cermin yang juga pilu.

Apa yang kau tatap sampai tampak membeku?

Yakin tetap ku pangku,

Harap - harap dalam sibuk bagai palsu,

Aku dan diri yang menyatu.

Kelak untukku satu.




Evaluasi

 Beberapa kali putus asa, 

beberapa kali ngerasa kayak clueless hidup ini, 

overthingking sama gimana kedepannya. 

ya namanya juga 'quarter life crisis', bahasa kerennya gitu. atau bisa dibaca dengan 'gue'


Tapi suatu malam gue naik motor lah sama orang special ini, gak ada destinasi tentu. Cuman muter jalan dan jajanan malem aja. Tapi di situ gue juga mikir, gimana dengan orang lain? 

Gimana dengan survival mode mereka jualan makanan, baju, aksesoris dan banyak banget di situ. Kalo weekend gue tau itu akan ramai dengan pembeli, tapi kalo weekdays? Yang beli masih dalam hitungan jari, itu pun cuman di kedai-kedai tertentu.

Ada listrik yang selalu nyala, ada wahana yang masih selalu berputar walaupun gak ada yang naik, makanan yang di bakar, ada barang-barang yang perlu dirapihin waktu mereka selesai atau mau jualan, ada es yang bisa mencair. 

Sedih banget rasanya, apakah mereka dapat kehidupan yang layak? Apa mereka masih bisa lunasin kebutuhan sehari-hari? kalau mereka gak bisa untuk survive setiap hari gimana? 

Yang tau keadaan mereka tentu mereka sendiri, gue cuman lewat di hari itu dan malam itu aja. 

Ada sekeluarga yang kelihatan homeless saat itu lagi ribut dengan kakak beradik yang berisik debatin uang 2000, istri dan suami yang lagi debatin duit ceban. HMMM 

Gue sedih dan merasa tertampar di sini. Belakangan suka mikir tentang financial gue yang dirasa masih kurang dengan uang tabungan yang saklek harus segitu. Untung dari dulu nyokap ngajarin hidup yang agaknya frugal HEHE. Agak ya, cuman agak. Tapi , I've learned in Harvest Moon jadi kurang lebih tau how to manage. Huehe

Tapi ini gimana sama mereka ya? 

Gue malu sama gue yang suka putus asa sama hidup

Gue malu sama gue yang masih ngerasa kurang.

Dan lagi, sekitar mengajarkan untuk evaluasi dan bersyukur. Tapi senengnya gue belakangan ini atau sejak umur di tahun ini kayak punya a journey for being grateful itself but on my mind. Belum ditulis, karena gue pikir kalau ditulis akan menjadi panjang. Tapi cukup disyukuri dan I'll give a smile on whatever it is.

Sama halnya dengan afirmasi, beberapa hal yang menyerempet hal ini, nampaknya udah gue tau sejak dari bangku SD atau SMP ya? Mungkin saat remaja gue cuman pake itu di depan kaca untuk nyemangatin gue kalau mau tanding, atau mau lomba misalkan. Tanding sama lomba bedanya apa?

Nah belakangan atau bahkan ditahun ini juga, gue adalah pemberi afirmasi buat gue sendiri, kayak seneng aja gitu. Hal yang bahkan gue gak mengira kalo punya dampak yang nyamanin gue, ternyata gue punya cara gue sendiri untuk bisa kuat, untuk bisa bertahan. Ternyata susah untuk menjadi tahan banting jadi orang dewasa, dan mulai untuk ga baper sama banyak hal and keep going aja sama semua hal. Yang mana kita semua tau, kalau dunia gak berputar cuman untuk kita aja. 

Semoga rasa syukur, sayang dan cinta akan menghangatkan perjalanan gue dan mungkin kalian ya.

Jangan lupa bahagia :)


Van Java

Sebenernya solo travelling adalah kegiatan yang gue pengen banget at least once in a lifetime. Kayak harus banget dan ga boleh dilewatin, sampe akhirnya realita begini dan begitu yang membawa gue mikir kalau qtime dengan ngajak travelling nenek gue. Siapa tau gue bisa menumbuhkan kembali jiwa nguliner dan berpetualang dia kayak dulu ya walaupun sudah sepuh haha, tapi tetep sebagai cucu yang paling cantik alias cuman gue doang cewe gue harus untuk bikin dia happy dengan cara gue.

Niat untuk solo travelling gue tahan dulu walaupun destinasi yang gue pilih sama dengan rencana gue, tapi gapapa lah, berhubung cuaca juga lagi mendukung. Sejuk dan dingin, kota Bandung jadi pilihan. Awalnya pengen bergalau ria di Starbuck Asia Afrika, hahaha galau kok jadi destinasi. Gue suka aja untuk menumpahkan segala pikiran dengan kesendirian mungkin dalam perjalanan atau pun dalam sendiri yang ramai di tempat cantik. Iya mesti tempat bagus, biar pikirannya juga bagus bukan ngelamun jorok astaghfirullah.

Waktu itu lagi dapet day off, jadi gak perlu ambil cuti. Langsung saja mengabur ke Gambir dan wey gue udah pake face recognition gitu dong haha, apa itu cetak tiket.
Pagi-pagi sepagi paginya pagi udah on the way pake Teje, tadinya sih mau gitu, tapi terlalu kesiangan karena malemnya nenek lupa gue briefing jadinya not so ready haha yang bikin gue panik takut ketinggalan kereta akhirnya gue naik ojol setelah teje baru nyampe tengah, hhhh cemen banget kenapa ga dari awal naik grab car aja dari rumah. Sungguh bloon diri ini. 

Di dalem kereta, gue berasa lagi luar negeri. Dikelilingi sama orang Belanda sama India. Lupa ga beli makanan buat nyemil di kereta setelah pertarungan perjalanan ke Gambir. Di dalem kereta, gue sangat sibuk untuk ngeliat pemandangan, scrolling destinasi gue mau kemana aja dan yang paling penting gue harus nyari secepet-cepetnya kendaraan buat bisa deal, paid and cus. Agak sedikit ada issue tapi hamdalah i could handle it waktu sampe dan semua berjalan mulus sesuai dengan rencana dan budget kendaraan :D

Stasiun Bandung keren ya, gue kayaknya gapernah ke Bandung naik kereta. Sampe di sana ke destinasi-destinasi kuliner yang gue mau seneng banget! Banyak hal-hal yang alhamdulillah sesuai sama ekspektasi gue, dari mulai gue bayar hotel yang gue mau biar dekornya mau nunjukin ke nenek ada hotel selucu ini let say smart hotel or whatever it is, dia happy! Then kulineran yang mana nenek gue can eat 2 scopes raisin ice cream, ew najis maap gacuka :(

Roti, es krim, bakmi, dan apapun itu di Bandung. Gue juga berhasil keliling Cibaduyut untuk tuker tambah sendal nenek yang kegedean waktu itu, karena seminggu sebelumnya dia udah ke Bandung tapi bukan jalan-jalan banget haha kacian. Terus yang paling bangga adalah bawa dia ke Dago berdua, dinner dan ngeliat banyak lampu dan kayak istana gitu ya worth the price buat gue walaupun nenek jajannya banyak dan agaknya gue boncos gapapa banget seneng banget kayak jajanin bocah hahah. Yang paling berkesan adalah makan di Ma'Uneh. GUE SUKA BANGET, ya sebenernya di Jakarta juga ada sih makanan sejenis. Tapi, dinginnya, segernya, suasananya itu jelas beda dong. Yang mana sejujurnya ada cerita unik, gue ke situ pagi banget karena emang buka pagi kan jam 7. Gue jam setengah 8 udah sampe, yang mana biasanya tukang parkir itu ada di situ, tapi ini ga ada (cerita ini gue tau setelah gue ngobrol sama kang rental kendaraan yang ternyata dia kecil di gang ini) gue ninggalin motor di jalan yang muat mobil. Yang mana gue harus masuk ke gang senggol tapi jujur senggolnya mah senggol banget WKWK alias woy, itu yang namanya beat udah paling mentok, kalo gue pake nmax atau motor agak gedean dikit gabakal bisa masuk. Pas parkir di luar gue sama nenek ragu-ragu takut di maling. Ada orang situ bilang kunci ganda aja. Ow sorry we got no kunci ganda, akhirnya gue bertanya lah ke si resto Ma'Uneh ini dan ternyata bisa untuk dimasukin ke gangnya. EFFORT BANGET PLEASE!! tapi gue rela demi makan seger dan endulita gue ambil motor dan nenek udah sampe resto "alhamdulillah ya kita ga perlu khawatir atau makan cepet atau kepikiran motor ilang" wakakak jujur lega kayak alhamdulillah banget.

Seneng untuk bisa nyenengin seseorang yang agaknya lagi mumet di rumah dan pergi ke tempat sejuk dan padat kita jalan-jalannya karena no time to rest, selain kalau malam di hotel. Alhamdulillah nenek walaupun udah lansia, tapi nenek masih bisa jalan dengan lancar dan bisa untuk diajak jalan jauh, alhamdulillah gue bisa nyenengin dia walaupun ini gak seberapa banget, keinget tragedi dulu sebelum lulus waktu pandemi. It's truly broke my heart. Alhamdulillah Allah still give me a chance. Maka dari itu semua harus dimanfaatin dengan baik. Remember, time won't back.

Entah gimana nyenengin nenek gue sampe sekarang kayak semuanya dikasih kemudahan dan jalan, saat itu dan bahkan sampe baliknya, karena harus naik travel yang mestinya gue pesen  1 jam sebelum yang paling malem. Tapi jujur aja, nenek udah lelah dan budget gue udah abis yang mana harus disisain untuk bernapas kembali sebelum gajian lagi :/ 
Gak tau inisiatif turun darimana gue nanya travel untuk bisa gak di re-schedule dan ternyata bisa dan kerennya lagi gue milih 1 jam lagi sebelum kepulangan, di jam 8. Dan gue udah sampe di jam setengah 7. Alhamdulillah bisa ikut yang jam 7 untuk pulang ke Jakarta, jujur kayak keren banget saat itu ketika gak berekspektasi lebih tapi dikasih lebih rasanya luar biasa banget huehe!

Pesannya, banyak banget keajaiban yang dirasain untuk bahagiain nenek tercute ini. Seneng untuk berpetualang bareng hehe, hasil jerih payah untuk nyenengin orang tua emang punya senyum tersendiri di hati. 

Ada sedikit momen yang gue ambil untuk diabadikan.

JANGAN LUPA TONTON IN A HIGHEST MODE!! HEHE


 



Carrymoon!!

Hadir di dunia atas nama takdir, dan karena takdirnya untuk hidup apapun yang terjadi cuman bisa dinikmatin, dilanjutin, nggak bisa buat minta takdir tiba-tiba berentiin apa yang udah ditakdirin. Ya ga?

Persoalan hidup udah biasa, dari dalam diri, isi kepala, eksternal. Yang kita adain maupun di luar kendali. Bisa untuk ngendaliin pikiran dan tetap menjalani semua dengan kesesuaian tuh udah gue apresiasi saat ini. Ya mungkin memang fasenya. Maksudnya gimana? contohnya lagi sarapan ya fokus untuk nikmatin makanannya, lagi kerja fokus sama kerjaannya jangan lagi berak fokus sama tainya. eh itu juga fokus anjay BWAHAHA. Dahlah intinya ya apa yang dilakuin pikirannya disitu. Untuk ngerjain sesuatu dan menahan mood untuk ga ngedown, atau apapun itu sejauh ini gue apresiasi terhadap diri sendiri. Walaupun nggak mudah, jujur. Udah berapa ribu hela napas dan nyesek di dada karena mikirin semuanya.

Gue yakin dengan diri ya bahwa hal - hal tersebut masih bisa kita usahain, dengan makan enak, jalan - jalan. Loh kok bau-baunya banyak ngabisin duit ya? haha kadang gak bisa dipungkiri juga sih, ada juga fasenya beli barang-barang yang rada impulsif dikit. Ya namanya cewe, kayak tiba-tiba aja kepengen beli skincare atau lipstick yang menurut gue gak perlu. TAPI LUCU! ya intinya kepake lah, gue gapernah kok beli barang yang tidak ada gunanya. I menghargai uang ya CUYY wle. Intinya semua dalam effort menyenangkan diri sendiri. Karena kalo bukan gue, siapa lagi. Kadang juga mikir, apakah gue bisa menyenangkan dan menyamankan partner gue nanti dengan gue yang banyak kurangnya ini? :( #curcol

Maka dari itu, rasa-rasa penat yang sudah menumpuk gue nggak tahan lagi. Bukan ada lagi di fase untuk bercerita sama seseorang dalam hidup kita yang paling dekat, curhatin semua sama yang diatas kemudian berdamai dengan diri sendiri. cegitu...

eh tapi bener gue ga sesetrong itu please.

Yaudah tanpa basa basi rencana gue dengan salah satu bestie untuk melancong tempat yang emang dipengenin di sekitar tahun 2018an bisa terlaksana. Gue pun gaktau kenapa ini bisa direncanakan dalam kurun waktu satu minggu. Butuh prepare uang, tenaga, minat, riset karena menurut gue agak jauh. Tapi minggu depan menemukan tanggal merah dan ada harpitnas alias hari seipit nasional dan kita ber3 mengajukan cuti dan approved. ALHAMDU?LILLAH. Hampir saja tidak dapat bundling karena perencanaan yang cuman seminggu tapi gue dengan kekeuh mengajak dua bestie ini untuk gaskan rencana. Karena setelah tanggal tersebut, gak ada yang bisa menjamin apa yang akan terjadi. Contoh gue meninggal. WKWK maksudnya kayak, bisa aja gue mendadak dilamar Luke Hemmings gue pasti langsung ke Aussie banget tuh sorry. HAHA

Dengan perjalanan jauh bersama orang yang tepat alias ga recet, walaupun dengan Ica yang kayak bayi alias rewel banget bangsyad. Dikit sih rewelnya tapi aku cayank Ica. akhirnya sampai juga dengan pertarungan melawan panas dalam kapal perjalanan 5 jam, ditambah bis dari Jakarta 12 jam. Tuir di jalan brok!

Intinya, gue memang mencari sesuatu di sana, tapi tidak menempatkan sebagai ekspektasi. Apa maksudnya? Kesana buat healing? nggak. Kesana buat refreshing aja, karena healing yang sebenarnya itu acceptance dalam diri. Dan alhamdulillah, bener aja. Gue dapet bonus disana, gue mendapati semangat untuk hidup kembali walaupun nggak sepenuhnya, tapi gue yakin gue dengan diri gue ini bisa menjadi obat gundah gulana atas gue. Gue tidak bisa berharap kepada siapapun selain diri sendiri dan berucap dengan Tuhan. (deepdowninsidegueberharapuntukmelancongbersamapartnerhiduptapi...) tapi beloman aja chapternya. Kalau ada gue akan ceritain tentang sosoknya disini berjudul akhirnya. Kenapa? Karena pencarian dan penantian seumur hidup lah coeg. 

ah udah kebanyakan curcolnya. Gue mau kasih tau betapa indahnya Kamirun Jiwi.

*WARNING!*

JANGAN LUPA NONTONNYA JANGAN 240P TOLONG NAIKIN SAMPAI PALING HD BIAR LEGA KAYAK HABIS BERAQ THX 




-Semoga apa yang kamu perjuangkan dan harapkan, satu-satu menjadi nyata. tetap berusaha, jangan lupa bahagia :)




Satu Momen

Momentum yang terjadi yang belum tentu dua kali, kayaknya begitu ya kalau dipikir dengan waktu dan kehadiran orang-orang.
Satu diantara 6 akhirnya dipilih dan memilih untuk melanjutkan hidup, bersama dan menua dengan pasangannya.

Kemarin, tanggal 14 Mei 2023, tanggal dimana menjadi hari bahagia one of my bestie gue nikah. 
Seneng banget, haru biru dan ada sedihnya.

Seneng karena dia bahagia, akhirnya nikah, terharu karena semua prosesi sakral pernikahan yang akan membawanya ke next stage dan sedih, dia akankah sefree itu lagi? tentunya nggak dong ya but that's totally fine.

Banyak banget tamu undangan, rame, seru. Kita-kita juga kayak kebagian di hajatan.
Ada temen-temen waktu kita baru planga plongo lulus SMP, karena paling banyak mereka yang bareng sama gue di kelas 1, dan 2. Walaupun gue 3 tahun sekelas sama bestie gue. Yakan dia yang punya tamuuuu WKWK.

Seneng untuk bertemu mereka semua setelah lamanya gak tau kabar mereka gimana. Tiba-tiba gue terdiam dan memori gue flashback akan semuanya, mereka-mereka ini adalah wajah yang dulu selalu bareng setiap hari sama kita. Ada juga si 'kecoa' yang udah punya bini dan masih ngeselin ga berubah kayak dulu yang mana kita suka rusuh terlebih saat basket, si 'rempong' temen sebangku yang super ngeselin tapi orangnya care, tapi ngeselin tapi care tapi ngeselin jiakakak dan ternyata bapaknya dah pensiun dan cabut dari komplek kebanggan, si 'yang kelihatan leher kalo pakai jilbab' masih ga berubah dan di hari terakhir itu dia stay di Jakarta karena mau melanjutkan S2, si 'mirip chelsea pulau' yang dateng dengan kerennya bawa cowonya, si 'ngakak' yang selalu gue kagumin outfit sexy coolnya dia, si 'yang suka dicengin sama mempelai wanita' waktu sekolah yang pake anting di salah satu kupingnya, si 'paling MotoGP' waktu sekolah yang bikin gue degdegan karena sempet ngepot hampir nabrak angkot karena ngebut. Jadi ngebut apa ngepot sih? pokoknya itu lah cewe keren. Si 'penguin' yang akhirnya keluar juga dari kandang. Si 'suka joget kpop' tapi laki dan anak ipa (terus kenapa?) wkwk yang paling ceriwis, sama ada juga kehadiran cowo paling pinter fisika atau nilai apa ya saat itu pokoknya dia berprestasi dan jago nyanyi dateng juga ya walaupun gue ga nyapa karena ga terlalu kenal. Hehe

Melow karena momen kayak gini tuh bakalan jadi ada lagi nanti mungkin dengan lingkungan yang dengan circle - circle yang beda. si paling pede tuh gue diundang. huehe

Tapi beneran melow, untuk nginget semua. Hal-hal gak penting, ketawa setiap hari, panik si guru yang begini dan begitu, ekskul basket, masuk siang dan pagi yang bikin kayak kuliah. Pernah melewati masa-masa sebangsat itu ya. Well goodluck untuk kalian semua, gak mau lagi gue see you on top kayak waktu jaman dulu. Melihat kalian sehat dan pasang muka yang berseri saja sudah happy walau pun setiap orang punya masalahnya masing-masing. 

Semoga berjumpa kembali. In the end i love my high school decade, walaupun dulu ngedumel pas di awal tahun "mana nih SMA yang katanya seru, udh gue jomblo pula gaada temen seru" but boom!


Matahari

Sungguh tidak terasa diri ini ingin beranjak seperempat abad alias berasa banget woy perih dan lukanya huehe.

But that's life. Gue bersyukur dengan hidup gue, walaupun rasa-rasa sangat amat warna warni, banyak bahagianya banyak juga luka pedih paitnya. Dengan pribadi gue yang sangat positif sebelumnya dan juga energi negatif yang juga gue punya gue yakin dengan adanya Tanjirou di dunia anime gue tidak akan menyerah dalam hidup, karena kalo bunuh diri gue ngambang dan gabut kata Icha, kan gue gakmau ya. Masalahnya gue mendingan dikasih gabut suruh beli somtam sama nyobain fufu, paling nggak bisa scroll hp liat tiktok abis itu influence gue untuk bikin salad dan makan bareng. Bareng siapa?

Gue menuliskan tulisan ini atas syukur gue dengan apapun rasa yang terjadi kemarin. 
Gue  bersyukur punya weekend ini, hari-hari gue semakin berat. Bisa sehat dan waras menjadi anugerah yang patut gue senyumin gapake gigi, karena kalo pake gigi namanya nyengir. Gapenting.

Bersyukur dengan gue yang berantakan tapi I tried my best mendapatkan apresiasi sekaligus challenge ke depannya, akhir-akhir ini gue hanya melakukan tanpa memikirkan, karena kalo dipikirin nggak sanggup dan gapunya waktu juga untuk mikir karena dikejar deadline dan jam tayang ea. Gak ada yang tau gue jor-joran untuk ini itu, cuman Tuhan dan gue yang tahu rasanya. Tapi gue kembali dengan apresiasi seakan-akan semua ngeliat kinerja gue. Rasanya terharu, seberantakan apapun gue. Gue sayang gue dan mau gue yang lebih baik dari sebelumnya kok :)

Tahun ini menjadi refleksi atas keinginan sekitar 2016 lalu hehe, walaupun tidak sesuai tapi nggak apa-apa kok, ga harus yang kita pikirin selalu sesuai dengan apa yang diinginkan dan dicapai.

Pas tutup gerbang dengan capeknya semalem, menghela napas dan menyadari gue yang cuman dan masih gini-gini aja tapi survival mode menjadi hal yang bisa disenyumin gue saat semalam. Gue yang saat ini menjadi what I've dreamin of jaman kuliah, saat itu cuman bisa ngasih satu kue dengan lilin nol untuk sobi october squad sampai gue bisa kasih kado untuk mereka yang selalu gue sayang.

Terakhir gue bikin sharing session ngebawain topik yang mana sebenernya sangat basic tapi gue menyadari kalau setiap orang pasti bunya pressure dan luka yang sangat menjatuhkan dia ke bawah, sangat amat pahit. Bahkan yang menurut gue paling nyesss di telinga adalah seorang rekan sampai bilang "rasanya tuh setahunan itu bener-bener gak ada, kayak ke skip aja dalam hidup" dan masih banyak juga cerita satu-satu yang gue simak. Tapi pada akhirnya apa? Mereka semua bisa menjadikan hal itu sebagai yang positif, hikmah yang bener-bener ada dibaliknya. Sebuah cambukan yang pait tapi menghasilkan yang baik. Gue salut, dan maka itu gue juga terinspirasi untuk apapun yang melukai dan menjatuhkan, gue harus tetap baik dan tegar. Gaksih, sok banget padahal mah nangis mau mati hahaha nggak woy, semuanya proses dan kembali pada masing-masing untuk menciptakan sebuah pilihan yang untuk itu kembali ke diri masing-masing.

Hah gue ngomong apasi?

Kemarenan gue banyak melakukan prokastinasi, mengikuti mood yang gue punya dan itu bikin gue kurang tidur, cape dan hampir drop. Setan emang, tapi ada kalanya disaat-saat itu gue menjadi pribadi gercep, tapi ya kebonya juga ada banget sih. Tapi tetep, sinar matahari yang selalu menjadi energi positif gue, gue akan selalu mengejar matahari kok, karena sinarnya kalo siang ya panas banget buset.
Bukan, bukan itu. When the sun kissed both my eyes and skin I felt like again my hope just cameback. Semua akan ada jawabannya, dan gue berharap pada bulan yang baik ini walaupun kita bisa aja kecele sama ekspektasi sendiri but I'm just sure, be good and I'll get the answer. 

Tidak instan memang dan prosesnya panjang, nggak enak banget untuk tahu realita. Tapi tetap, gue tim tahu daripada tempe. 

Untuk gue dan dari gue tetaplah menjadi keren walaupun lu ga keren, makasih atas ketidak seimbangan dalam hidup yang agaknya bikin stress dikemarin hari, apapun yang terjadi gue tau lu punya keinginan untuk menjadi pribadi yang baik dibandingkan hari kemarin. Karena lu yakin kan manusia tempatnya salah, setiap orang gak mungkin lempeng gitu aja pasti ada luka dan salah masing-masing. Stay positif mut, jikalau nangis maka nangis aja karena tidak ada lagi yang bisa kau lakukan selain dengan merasakan emosi sambil dengerin lagu dan menatap langit kamar.

Slow down and feel. Be happy, I know it's hard, but that's life. Keep moving. 


Oppriktig & Vær tålmodig

Dua kata pada judul yang sebenernya gue nggak tau kenapa pakai bahasa itu. 

Persis sama kayak sekarang bahkan gue nggak tau kenapa mau nulis ini, sekarang lagi ada dalam keadaan sendiri di kosan temen, dan temen gue masih kerja di kantor. HUEHE.

Selesai menyembah tuhan hari ini, gue pun terpikir dan sebenarnya yang memang sudah ditanamkan oleh Ibu, Ibu peri. Bahwa hidup ini memang harus sabar dan ikhlas, sebenernya juga jadi pegangan hidup, entahlah pendewasaan mungkin yang mematangkan dua hal ini. 

Dulu tidak pernah terpikirkan bahwa dua kata ini menjadi hal besar yang harus dipahami dan juga diterapkan, dulu lebih mudah. kalau dulu sempat berpikir 

"kenapa orang mesti nggak ikhlas deh?"
"Yaelah gitu ae. Napasi"
"yaudahsi"

Dengan cuek bebek wekwek. Tapi ternyata nggak begitu, nggak semudah itu dan itu menjadi pembelajaran yang harus diterapkan dan jujur ketika setelah melewati hal yang harus dilepaskan dan diikhlaskan gue merasa derajat gue menjadi keren tanpa membutuhkan vallidasi dari orang lain, nggak mudah loh. Tapi percayalah, hidup ikhlas itu tidak memaksakan semua harus, biarkan saja ada tangan semesta di dalamnya, ada sesuatu yang harus kita tegakkan bahwa jikalau memang untuk kita, kita akan dapat, dan bila tidak ketika sudah diusahakan yasudah.

Menurut gue orang ikhlas itu keren, dadanya lapang, tapi nggak bisa buat main bola. 

Let things go, and all for you will come to you. Ada beberapa hal yang memang asalnya diatur dari semesta, tetap berprasangka baik ya. 

Dengan apapun yang sedang gue jalani saat ini, berkali-kali terlintas untuk berhenti tapi lagi-lagi, ada tujuan setelah ini dan ikhlas. Semesta gak akan tidur kok. Dari gue untuk gue, apapun yang terjadi tetap urip.

Sabar, kata-kata yang dulu pun gue menilai bahwa ini hal mudah. Nggak tau kenapa, beranjak dewasa emosi yang naik turun layaknya layang-layang di angin mamiri ku pasang menjadi hal yang bahkan tidak diingat.

Namun juga harus kita tanamkan bahwa orang sabar pasti ya sebel juga anjing!
Hehe, tapi percaya lah gue menulis bahwa ketika dirimu punya kedua ini niscaya hidupmu akan lebih kul abiz kaka.

Well, gue bingung untuk nulis apalagi, karena ini spontan adanya dan nggak tau tujuannya untuk apa, yang jelas isi kepala minta ditumpahkan.

Semoga yang terbaik untuk kita, kelak ada kebahagian yang tersembunyi yang sangat surprise di baliknya, walaupun tidak jarang ingin berhenti untuk hidup.

Namun ikhlas dan sabar mungkin bisa membuat mu bahagia untuk bisa dapat berprasangka baik pada semesta!

Tetap hidup ketika hidupmu berat, it just the world that probably need you to feed the cats ahaha. Wle:P