Matahari

Sungguh tidak terasa diri ini ingin beranjak seperempat abad alias berasa banget woy perih dan lukanya huehe.

But that's life. Gue bersyukur dengan hidup gue, walaupun rasa-rasa sangat amat warna warni, banyak bahagianya banyak juga luka pedih paitnya. Dengan pribadi gue yang sangat positif sebelumnya dan juga energi negatif yang juga gue punya gue yakin dengan adanya Tanjirou di dunia anime gue tidak akan menyerah dalam hidup, karena kalo bunuh diri gue ngambang dan gabut kata Icha, kan gue gakmau ya. Masalahnya gue mendingan dikasih gabut suruh beli somtam sama nyobain fufu, paling nggak bisa scroll hp liat tiktok abis itu influence gue untuk bikin salad dan makan bareng. Bareng siapa?

Gue menuliskan tulisan ini atas syukur gue dengan apapun rasa yang terjadi kemarin. 
Gue  bersyukur punya weekend ini, hari-hari gue semakin berat. Bisa sehat dan waras menjadi anugerah yang patut gue senyumin gapake gigi, karena kalo pake gigi namanya nyengir. Gapenting.

Bersyukur dengan gue yang berantakan tapi I tried my best mendapatkan apresiasi sekaligus challenge ke depannya, akhir-akhir ini gue hanya melakukan tanpa memikirkan, karena kalo dipikirin nggak sanggup dan gapunya waktu juga untuk mikir karena dikejar deadline dan jam tayang ea. Gak ada yang tau gue jor-joran untuk ini itu, cuman Tuhan dan gue yang tahu rasanya. Tapi gue kembali dengan apresiasi seakan-akan semua ngeliat kinerja gue. Rasanya terharu, seberantakan apapun gue. Gue sayang gue dan mau gue yang lebih baik dari sebelumnya kok :)

Tahun ini menjadi refleksi atas keinginan sekitar 2016 lalu hehe, walaupun tidak sesuai tapi nggak apa-apa kok, ga harus yang kita pikirin selalu sesuai dengan apa yang diinginkan dan dicapai.

Pas tutup gerbang dengan capeknya semalem, menghela napas dan menyadari gue yang cuman dan masih gini-gini aja tapi survival mode menjadi hal yang bisa disenyumin gue saat semalam. Gue yang saat ini menjadi what I've dreamin of jaman kuliah, saat itu cuman bisa ngasih satu kue dengan lilin nol untuk sobi october squad sampai gue bisa kasih kado untuk mereka yang selalu gue sayang.

Terakhir gue bikin sharing session ngebawain topik yang mana sebenernya sangat basic tapi gue menyadari kalau setiap orang pasti bunya pressure dan luka yang sangat menjatuhkan dia ke bawah, sangat amat pahit. Bahkan yang menurut gue paling nyesss di telinga adalah seorang rekan sampai bilang "rasanya tuh setahunan itu bener-bener gak ada, kayak ke skip aja dalam hidup" dan masih banyak juga cerita satu-satu yang gue simak. Tapi pada akhirnya apa? Mereka semua bisa menjadikan hal itu sebagai yang positif, hikmah yang bener-bener ada dibaliknya. Sebuah cambukan yang pait tapi menghasilkan yang baik. Gue salut, dan maka itu gue juga terinspirasi untuk apapun yang melukai dan menjatuhkan, gue harus tetap baik dan tegar. Gaksih, sok banget padahal mah nangis mau mati hahaha nggak woy, semuanya proses dan kembali pada masing-masing untuk menciptakan sebuah pilihan yang untuk itu kembali ke diri masing-masing.

Hah gue ngomong apasi?

Kemarenan gue banyak melakukan prokastinasi, mengikuti mood yang gue punya dan itu bikin gue kurang tidur, cape dan hampir drop. Setan emang, tapi ada kalanya disaat-saat itu gue menjadi pribadi gercep, tapi ya kebonya juga ada banget sih. Tapi tetep, sinar matahari yang selalu menjadi energi positif gue, gue akan selalu mengejar matahari kok, karena sinarnya kalo siang ya panas banget buset.
Bukan, bukan itu. When the sun kissed both my eyes and skin I felt like again my hope just cameback. Semua akan ada jawabannya, dan gue berharap pada bulan yang baik ini walaupun kita bisa aja kecele sama ekspektasi sendiri but I'm just sure, be good and I'll get the answer. 

Tidak instan memang dan prosesnya panjang, nggak enak banget untuk tahu realita. Tapi tetap, gue tim tahu daripada tempe. 

Untuk gue dan dari gue tetaplah menjadi keren walaupun lu ga keren, makasih atas ketidak seimbangan dalam hidup yang agaknya bikin stress dikemarin hari, apapun yang terjadi gue tau lu punya keinginan untuk menjadi pribadi yang baik dibandingkan hari kemarin. Karena lu yakin kan manusia tempatnya salah, setiap orang gak mungkin lempeng gitu aja pasti ada luka dan salah masing-masing. Stay positif mut, jikalau nangis maka nangis aja karena tidak ada lagi yang bisa kau lakukan selain dengan merasakan emosi sambil dengerin lagu dan menatap langit kamar.

Slow down and feel. Be happy, I know it's hard, but that's life. Keep moving. 


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.