Oppriktig & Vær tålmodig

Dua kata pada judul yang sebenernya gue nggak tau kenapa pakai bahasa itu. 

Persis sama kayak sekarang bahkan gue nggak tau kenapa mau nulis ini, sekarang lagi ada dalam keadaan sendiri di kosan temen, dan temen gue masih kerja di kantor. HUEHE.

Selesai menyembah tuhan hari ini, gue pun terpikir dan sebenarnya yang memang sudah ditanamkan oleh Ibu, Ibu peri. Bahwa hidup ini memang harus sabar dan ikhlas, sebenernya juga jadi pegangan hidup, entahlah pendewasaan mungkin yang mematangkan dua hal ini. 

Dulu tidak pernah terpikirkan bahwa dua kata ini menjadi hal besar yang harus dipahami dan juga diterapkan, dulu lebih mudah. kalau dulu sempat berpikir 

"kenapa orang mesti nggak ikhlas deh?"
"Yaelah gitu ae. Napasi"
"yaudahsi"

Dengan cuek bebek wekwek. Tapi ternyata nggak begitu, nggak semudah itu dan itu menjadi pembelajaran yang harus diterapkan dan jujur ketika setelah melewati hal yang harus dilepaskan dan diikhlaskan gue merasa derajat gue menjadi keren tanpa membutuhkan vallidasi dari orang lain, nggak mudah loh. Tapi percayalah, hidup ikhlas itu tidak memaksakan semua harus, biarkan saja ada tangan semesta di dalamnya, ada sesuatu yang harus kita tegakkan bahwa jikalau memang untuk kita, kita akan dapat, dan bila tidak ketika sudah diusahakan yasudah.

Menurut gue orang ikhlas itu keren, dadanya lapang, tapi nggak bisa buat main bola. 

Let things go, and all for you will come to you. Ada beberapa hal yang memang asalnya diatur dari semesta, tetap berprasangka baik ya. 

Dengan apapun yang sedang gue jalani saat ini, berkali-kali terlintas untuk berhenti tapi lagi-lagi, ada tujuan setelah ini dan ikhlas. Semesta gak akan tidur kok. Dari gue untuk gue, apapun yang terjadi tetap urip.

Sabar, kata-kata yang dulu pun gue menilai bahwa ini hal mudah. Nggak tau kenapa, beranjak dewasa emosi yang naik turun layaknya layang-layang di angin mamiri ku pasang menjadi hal yang bahkan tidak diingat.

Namun juga harus kita tanamkan bahwa orang sabar pasti ya sebel juga anjing!
Hehe, tapi percaya lah gue menulis bahwa ketika dirimu punya kedua ini niscaya hidupmu akan lebih kul abiz kaka.

Well, gue bingung untuk nulis apalagi, karena ini spontan adanya dan nggak tau tujuannya untuk apa, yang jelas isi kepala minta ditumpahkan.

Semoga yang terbaik untuk kita, kelak ada kebahagian yang tersembunyi yang sangat surprise di baliknya, walaupun tidak jarang ingin berhenti untuk hidup.

Namun ikhlas dan sabar mungkin bisa membuat mu bahagia untuk bisa dapat berprasangka baik pada semesta!

Tetap hidup ketika hidupmu berat, it just the world that probably need you to feed the cats ahaha. Wle:P

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.