Pada diriku aku maafkan, kembali aku maafkan yang lalu.
Dua kaki dan juga bahu,
Semoga tetap berjalan walau dengan tersedu dan juga luka biru.
Ingin ku menyambut diriku,
Walau tampaknya tak seindah yang dulu.
Jaga hangat kecil di tengah dinginnya kalbu.
Terdiam aku membisu,
Pada cermin yang juga pilu.
Apa yang kau tatap sampai tampak membeku?
Yakin tetap ku pangku,
Harap - harap dalam sibuk bagai palsu,
Aku dan diri yang menyatu.
Kelak untukku satu.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.