Namun aku terbangun dari gelapnya ruang kamar
Gelap saja tak cukup, harus pikiran tenang tuk pulas dan tidur.
Aku pikir aku lelah, namun lelah saja tidak cukup untuk menidurkan
Banyak khawatir, banyak pikir.
Padahal tau, jika pikir memang tak akan ada batas atau memang semua yang kamu pikirkan ada jawaban?
Tentu tidak.
Hari - hari sulit dijalani,
Bagai menarik sebongkah batu besar dengan tali di bawah terik.
Parahnya lagi kehilangan arah untuk melangkah.
Kembali berpikir tentang eksistensi diri pada dunia, jawaban yang lagi-lagi hanya menghela napas.
Aku ingin usai, aku ingin tenang dalam pelukan.
Pelukan apa? Agama?
Kiranya orang-orang tersenyum memulai hari untuk disambut, mungkin kecuali Senin.
Tidak ada yang tahu, semua isi dunia yang palsu
Sementara, ada kemudian hilang.
Jikalau boleh berpesan, jika ingin hancur maka hancur saja.
Aku sendirian, aku dalam kelam.