Begitu?

 Di keramaian yang akrab memang asyik,

Apa itu penderitaan hati bahkan duniawi?

Yang terdengar keras-keras banyolan yang akrab, tawa sampai dua bola mata sempat hujan. 


Bukan, bukan maksud yang berduka

Hingga harus kembali pada tempat yang masing-masing

Tembok-tembok membentuk segi empat yang memenjara, mempererat kamu dan pesawat canggihmu.


Hanya ada kamu dan duniamu yang sekarang katanya disebut virtual, 

Kembali hati bertanya-tanya?

Ataukah pikiran yang melayang?

Sudah pasti kembali pada derita masing-masing juga


Tidak, tidak seakrab kondisi yang tidak lama 

Kamu terlalu akrab dengan pesawat canggihmu, dan tembok segi empat.

Kamu ingin yang nyata, kamu ingin terpenjara bahkan terpenjara dengannya lalu bisa kah?


Terlalu sepi

Terlalu sedih

Terlalu patah dan terlalu miris

Iya, hidupmu


Bilamana Kamu

 Bilamana kamu,

Kamu yang juga banyak pikir hal ini atau sibuk bahkan tidak ingin mencari kekosongan hati.

Namun bilamana itu kamu,

Terlebih dahulu maafku pada yang diharap namun tiada pada diri

Bilamana kamu, 

Aku ingin ajak berkelana sekejap menikmati yang baru, tanpa ingat darimana asal, menjadi yang akrab diantara yang asing.

Bahkan sekelebat angin yang lewat tipis atau kencang pun dinikmati dengan senyum,

Melihat hujan dengan berisik tawa,

Ataukah terik dengan seringai manis dan genggaman tangan

Bilamana itu kamu, 

Marah dan ego mu bahkan aku, harap sabar-sabar, yang ribut biarkan ribut, yang marah biarkan lepas, nanti juga padam.

Padam tanpa pergi, padam dan kembali peluk.

Bilamana itu kamu,

Aku ingin mendengar, keluh kesah pada hidup yang mana hanya untuk 'survive' dengan memaknai yang paling dimaknai?

Seberapa jauh kamu melihat? Bagaimana pandangan dari sudut tempat kamu berdiri, duduk atau kah tidur?

Bilamana itu kamu, 

Maka temani aku dalam hidup, akan ku temani kamu dalam setiap waktu, fase demi fase hidup, berapa kali datangnya hujan atau sesekali melihat pelangi? 

Entah

Bilamana itu kamu, maka lanjutkanlah hidup, tapi bersama. Lebih dari sekedar memaknai yang dimaknai bukan?