Di keramaian yang akrab memang asyik,
Apa itu penderitaan hati bahkan duniawi?
Yang terdengar keras-keras banyolan yang akrab, tawa sampai dua bola mata sempat hujan.
Bukan, bukan maksud yang berduka
Hingga harus kembali pada tempat yang masing-masing
Tembok-tembok membentuk segi empat yang memenjara, mempererat kamu dan pesawat canggihmu.
Hanya ada kamu dan duniamu yang sekarang katanya disebut virtual,
Kembali hati bertanya-tanya?
Ataukah pikiran yang melayang?
Sudah pasti kembali pada derita masing-masing juga
Tidak, tidak seakrab kondisi yang tidak lama
Kamu terlalu akrab dengan pesawat canggihmu, dan tembok segi empat.
Kamu ingin yang nyata, kamu ingin terpenjara bahkan terpenjara dengannya lalu bisa kah?
Terlalu sepi
Terlalu sedih
Terlalu patah dan terlalu miris
Iya, hidupmu