Ia terlahir
terlahir dengan sejuta lentera di matanya
indah
itulah kata yang dapat terungkap
kebahagian tiada henti seketika itu

tumbuh dengan pengorbanan yang tak henti ia berikan
bagaikan kelapa yang terus di parut
tertuntun lingkungan,
sikap sikap itu pun terbentuk

kadang
terjebak dalam sepi, 
rindu terus menyelimuti
mimpi itu tak pernah berlari 
penantian hari esok itu akan terus ada
dalam jiwa





Perempuan
menunggu waktu dalam bisu
tatap mata hanya menjelaskan
kaki tergesa melihat bayangannya
mulut tak mampu berkata
namun hati mencuapkan seluruh pikiran yang ada

bintang terasa menyelimuti malam
melihat terang ke atas seakan malam ini tak akan pudar
senyumnya selalu tercermin dalam khayalan
sinar mata itu tak akan pernah terusir

ingin hati memiliki
apa daya tak mampu berjalan disampingnya...
menunggu dan menunggu
perempuan memang